Tragedi Banjir dan Longsor di Sumatra: 1.053 Jiwa Meninggal, 200 Orang Masih Hilang
Table of Contents
Jakarta, Karimunnews.id — Bencana banjir bandang dan longsor dahsyat yang dipicu curah hujan ekstrem melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Rabu (17/12/2025), jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.053 jiwa, sementara 200 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Wilayah terdampak terparah meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain korban jiwa, ribuan warga dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini mendapatkan perawatan di posko kesehatan darurat. BNPB juga mencatat sekitar 160.000 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat rusaknya permukiman dan fasilitas umum.
Bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur vital, seperti jalan penghubung, jembatan, serta ribuan rumah warga. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah mengerahkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, tenda pengungsian, obat-obatan, air bersih, hingga alat berat untuk mempercepat pembersihan material longsor dan puing-puing bangunan.
Kepala BNPB menyampaikan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terus dikebut dengan melibatkan BPBD provinsi, TNI, Polri, relawan, serta tim medis. Untuk menjangkau wilayah terisolasi, tim gabungan menggunakan drone dan helikopter guna memetakan lokasi terdampak dan mengevakuasi korban.
Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem lanjutan, termasuk ancaman banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta pada 16–23 Desember 2025, yang berpotensi memperburuk kondisi kebencanaan secara nasional.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan penanganan darurat serta rekonstruksi infrastruktur utama dalam waktu maksimal tiga bulan, dengan prioritas pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, khususnya petani dan nelayan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, memantau informasi cuaca dari BMKG, menghindari kawasan rawan longsor dan banjir, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui hotline BNPB 117 atau aplikasi SiPusnas. Informasi perkembangan situasi bencana dapat diakses secara berkala melalui situs resmi www.bnpb.go.id.
Solidaritas dan gotong royong seluruh elemen bangsa diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan serta meringankan beban para korban bencana.
---
(Putra Wijaya Mahasiswa Universitas Karimun)
Posting Komentar