BREAKING NEWS

    Eddy Rivana, ST Terpilih SECARA Aklamasi Memimpin TRIATHLON Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Masa Bhakti 2026-2030

    Daftar Isi



    “FTI Kepri harus bergerak cepat, solid dan membentuk kepengurusan yang tangguh agar pembinaan atlet dapat berjalan maksimal menuju prestasi nasional.”
    — Edy Rivvana, ST

    Tanjungpinang | Karimunnews.id — Musyawarah Provinsi (Musprov) Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Room Hotel CK Tanjungpinang.

    Musprov tersebut menjadi momentum penting dalam upaya mengaktifkan kembali roda organisasi FTI Kepri sekaligus memilih kepengurusan baru untuk periode 2026–2030.

    Edy Rivvana, ST, selaku Karateker FTI Kepri sekaligus Ketua Musprov, mengatakan pelaksanaan Musprov merupakan bagian dari proses penataan kembali organisasi yang sebelumnya mengalami kevakuman kepengurusan.

    Menurutnya, kepengurusan baru nantinya harus memiliki legalitas yang sah dan mendapatkan pengesahan dari Pengurus Pusat FTI sehingga dapat menjalankan roda organisasi secara optimal.

    “Musprov ini kita laksanakan untuk mencari dan memilih Ketua FTI Provinsi Kepri periode 2026–2030. Harapannya, kepengurusan yang terbentuk nantinya benar-benar solid, mampu bekerja dan segera menyusun program kerja,” ujar Edy Rivvana kepada media.

    Ia menjelaskan, pembentukan kepengurusan definitif menjadi penting mengingat FTI Kepri harus segera melakukan persiapan atlet menghadapi berbagai agenda nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Terlebih, dalam waktu dekat akan digelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang menjadi salah satu rangkaian menuju PON.

    “Dalam waktu dekat, sekitar pertengahan Oktober, akan ada Kejurnas. Ini merupakan bagian dari rangkaian menuju PON NTB-NTT. Karena itu, FTI Kepri harus bergerak cepat, solid dan membentuk kepengurusan yang tangguh. Program kerja juga harus segera disusun agar pembinaan atlet dapat berjalan maksimal,” katanya.

    Edy berharap FTI Kepri tidak sekadar mampu mengirimkan atlet ke PON, tetapi juga dapat memberikan prestasi dan membawa pulang medali untuk Kepulauan Riau.

    Menurutnya, Kepri sebelumnya pernah memiliki atlet yang mampu mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi atlet berikutnya.

    “Kita pernah memiliki atlet yang menjadi kebanggaan Kepri dan mampu berada di peringkat tiga nasional. Setelah itu juga muncul generasi berikutnya. Salah satunya Oscar Junior, yang merupakan anak dari Diko. Usianya masih muda dan kemarin sudah mendapatkan slot serta berada di peringkat lima nasional,” ungkapnya.

    Ia menilai masih terdapat waktu bagi atlet-atlet muda Kepri untuk meningkatkan kemampuan melalui latihan yang lebih fokus, terarah dan terukur sebelum menghadapi PON.

    Edy juga melihat potensi besar atlet muda dari sejumlah daerah di Kepri, khususnya Batam dan Bintan. Antusiasme tersebut, menurutnya, terlihat terutama pada nomor aquathlon.

    “Animo adik-adik kita dari Batam, Bintan dan seluruh Kepri sangat tinggi, terutama di nomor aquathlon. Kita berharap muncul bibit-bibit baru yang potensial, energik dan memiliki kemampuan untuk mengharumkan nama Kepri di tingkat nasional maupun PON,” jelasnya.

    Ia mencontohkan sejumlah atlet muda yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan, baik pada nomor triathlon maupun aquathlon.

    Menurut Edy, potensi tersebut harus diikuti dengan pola pembinaan, pelatihan serta manajemen atlet yang baik agar perkembangan mereka dapat berlangsung secara berkelanjutan.

    “Contohnya Diko yang bisa bermain di nomor triathlon. Ada juga Lakisa yang turun di nomor aquathlon. Kemudian masih ada adik-adik kita dari Batam yang sangat potensial. Tinggal bagaimana potensi ini kita kelola melalui pembinaan dan pelatihan yang baik,” ujarnya.

    Hadir Perwakilan FTI Bintan, FTI Lingga, FTI Tanjungpinang, turut mendukung atas terpilihnya Eddy Rivana sebagai Ketua.

    Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan

    Di sisi lain, Edy mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan olahraga di daerah.

    Menurutnya, kondisi kemampuan anggaran pemerintah saat ini membuat dukungan terhadap KONI maupun masing-masing cabang olahraga harus dilakukan secara lebih selektif.

    Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan dan pencarian atlet potensial.

    “Kita tidak menyalahkan pemerintah dan juga tidak membenarkan. Memang kondisi saat ini tidak mudah. Kemampuan pemerintah terbatas sehingga dukungan ke KONI dan cabang olahraga juga ikut terbatas. Karena itu, kita akan memaksimalkan apa yang ada dan berupaya mencari bapak angkat,” katanya.

    Ia berharap kondisi perekonomian nasional maupun daerah dapat segera membaik sehingga dukungan terhadap dunia olahraga kembali meningkat.

    “Kita doakan perekonomian bangsa ini segera pulih, baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten dan kota. Kalau kondisi ekonomi kembali bagus, dunia olahraga juga akan semakin bergairah,” harapnya.



    Edy menambahkan, tahun ini perhatian anggaran KONI Kepri juga cukup besar untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar di Tanjungpinang sebagai tuan rumah.

    Karena itu, FTI Kepri akan berupaya memaksimalkan sumber daya yang tersedia sembari menyusun program pembinaan yang realistis dan berkelanjutan.

    Sebagai Karateker FTI Kepri, Edy berharap Musprov dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan baru yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

    “Semoga Musprov ini berjalan lancar dan menghasilkan ketua secara demokratis, kemudian mampu membangun kepengurusan yang solid dan kuat. Setelah itu, kita harus segera bekerja menyusun program agar pembinaan atlet FTI Kepri benar-benar berjalan dan mampu melahirkan prestasi,” pungkasnya.

    ---
    ST Edy.

    Posting Komentar